Bahasaku, Bahasamu, dan Bahasa-NYA

0
235

Ketika seorang manusia dilahirkan ke dunia ia pasti belum bisa berbicara dengan baik bahkan tak mengerti caranya berbicara. Kemudian manusia itu mulai mengucapkan kata untuk pertama kalinya. Pernahkah kalian mempertanyakan dari mana anak itu mengenal kata-kata? Kemungkinan terbesar dari sang ibu yang selalu melafalkan kata-kata (bahasa ibu). Kemudian kita mulai mempertanyakannya lagi darimana asal bahasa ibu itu? Mengapa setiap anak yang baru lahir diberbagai belahan dunia mereka bisa mengenal bahasa yang sering digunakan oleh orang-orang disekelilingnya (keluarga), bagamana proses pengenalannya? Terkait hal ini kita mulai mempertanyakan juga bagaimana para manusia zaman awal mengenal sebuah bahasa dan menggunakannya untuk berkomunikasi dengan kelompoknya. Pengertian bahasa menurut para ahli antara lain sebagai berikut :

  • Menurut Chaer dan Agustina, bahasa adalah alat untu berinterkasi  dalam arti alat untuk menyampaikan pikiran, gagasan, konsep atau perasaan.
  • Menurut Keraf, bahasa merupakan alat komunikasi antara masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat manusia.
  • Menurut Martinet, bahasa adalah sebuah alat komunikasi untuk menganalisis pengalaman amengandung isi semanik dan oengungkapan bunyi yaitu monem.

Dari banyak nya pengertian tentang bahasa kita dapat merangkum bahwa bahasa merupakan alat komunikasi untuk berinteraksi antar individu  atau antar komunitas. Melalui pengertian bahasa ini kita bisa mengetahui kalau bahasa punya peran yang penting dalam suatu kehidupan bermasyarakat. Bahasa itu bukan hanya suatu perkataan yang keluar dari mulut tapi juga gerak tubuh seseorang (anggukan/gelengan kepala, mata yang melotot, jempol tangan yang diacungkan, dsb). Tanpa bahasa maka seseorang tidak dapat berkomunikasi dengan benar atau sering terjadi nya miss komunikasi. Oleh sebab itu kenapa didunia ini ada yang namanya pelajaran bahasa, karena mempelajari tentang bahasa itu penting.

Dalam kelompok masyarakat umum kita mengenal suatu bahasa persatuan yang diajarkan oleh seluruh agama yaitu “bahasa kemanusiaan”. Bahasa Kemanusiaan adalah bahasa yang dapat dimengerti oleh semua lapisan masyarakat. Kalau ditanya siapa yang menciptakannya bahasa kemanusiaan itu? Jawabannya adalah Tuhan Sang Pencipta. Sekalipun adam gagal mencapai standar seperti yang Tuhan kehendaki tapi adam masih dapat berbuat baik dalam standar manusia. Kebaikan adam itu pasti diturunkan pada seluruh keturunannya dari generasi ke generasi. Tuhan menuliskan hukum-hukumnya pada setiap hati nurani manusia, sehingga setiap manusia punya bahasa kebaikan/kemanusian itu. Namun karena dunia semakin hari semakin jahat perlahan hati nurani manusia tercemar oleh bahasa kebencian, keegoisan,,keserakahan dan lan-lain. Sehingga menciptakan manusia-manusia yang mencari keuntungan bagi dirinya sendiri dan kelompoknya. Bahasa kemanusiaan ini tidak memandang suku, ras, agama dan status sosial lainnya. Sehingga ketika ingin berbuat kebaikan (membantu sesama manusia) tidak ada ketakutan karena perbedaaan tersebut. Apapun suku, ras, agam dan status social kita jangan menjadi tolak ukur untuk menolong atau berbuat kebaikan bagi sesama karena Tuhan tidak pernah mengajarkan tolonglah orang yang “seiman saja atau Tanya dulu apa suku/agamanya”. Tuhan selalu mengajarkan keadilan dalam segala hal jadi kita perlu mengikut jejak keadilanNYA itu.

Berbeda dengan orang percaya yang harus mengerti bahasa Tuhan. Seperti yang  tertulis dalam Yohanes 8 : 43 “ Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-KU? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-KU ”. Maksud dari ayat ini adalah Tuhan Yesus berkata bahwa banyak orang yang tidak mengerti bahasaNYA dan sekaligus memberitahu alasan mengapa mereka tidak bisa mengerti bahasa Tuhan. Dalam Yohanes 8 : 43 perhatikan kata “menangkap” dalam bahasa aslinya (yunani) “akuo” yang memiliki arti memahami atau mengerti. Sedangkan kata “firman” dalam bahasa aslinya (yunani) “logos” yang memiliki arti kebenaran firman yang didapat dari tulisan, khotbah, cd, mp3 renungan. Jadi orang percaya tidak bisa mengerti bahasa Tuhan karena tidak mengerti kebenaran Firman Tuhan dengan benar apa yang disampaikan oleh  pendeta, didapat dari buku-buku rohani, mp3 renungan. “Bahasa Tuhan” adalah kemampuan mengerti pikiran Tuhan. Kemampuan ini bukanlah suatu pemberian dari Tuhan tapi suatu  hasil dari pembelajaran Firman Tuhan yang benar secara bertahap dan hasil dari membangun hubungan dengan Tuhan setiap harinya.

Mengapa kita harus mengerti bahasa Tuhan? Sebelumnya sudah dijelaskan diatas bahwa bahasa adalah alat komunikasi untuk berinteraksi, maka dari itu kita perlu sekali untuk mengerti bahasa Tuham (pikiran Tuhan) supaya mampu berinterkasi dengan Dia. Tuhan hanya akan memberitahukan kehendakNYA pada orang-orang yang senantiasa berinteraksi atau berhubungan denganNYA. Kehendak Tuhan pasti lahir dari pikiran Tuhan, betapa agungnya kita diberi kesempatan untuk bisa mengerti pikiran Tuhan. Ini sama sekali bukan berarti kita tidak menghormati Tuhan loh dengan bermaksud mengerti pikiran Tuhan yang hebat itu. Tapi ini bentuk kepercayaan dari Tuhan dan keagungan seorang manusia yang merupakan satu-satunya mahluk Tuhan yang memiliki akal.

Kemampuan pikiran atau akal kita mengerti bahasa Tuhan disebut “kepekaan”. Kepekaan maksudnya kita mengerti hal-hal atau tindakan apa yang bisa membuat Tuhan  melotot atau senyum kepada kita. Seorang anak kecil yang sedang berkejaran dengan teman-temannya harus mengerti sang ibu yang berteriak sambil berkata “Ojakkkk jangan main dipinggir jalan nanti ke tabrak!!”, sang ibu sedang menunjukkan bahasa khawatir nya pada sang anak. Kemudian kiki seorang anak berusia 10 tahun merengek-rengek di mall kepada ibunya karena minta dibelikan sepatu namun sang ibu hanya melebarkan matanya dan menggelengkan kepalanya ke arah kiki, ini juga merupakan bahasa.  

Jika kita tidak peka akan kehendak Allah tak mungkin bisa melakukan kehendak Allah, jika kita sebagai orang percaya tak melakukan kehendakNYA maka kita tidak diperkenankan masuk ke dunia yang akan datang sebagai Anggota Keluarga Kerajaan Allah. Siapakah anggota keluarga kerajaan Allah itu? Mereka adalah orang-orang yang tidak menyia-nyiakan waktu hidupnya (yang 70 tahun itu, sesuai syarat dan ketentuan berlaku :D) hanya untuk melakukan atau mengejar apa yang menjadi keinginan dirinya yang sudah terpengaruh oleh dunia ini . Tapi mereka adalah orang-orang yang menghargai setiap detik hidup nya sebagia suatu kesempatan untuk melakukan kehendak Bapa dengan tepat seperti yang Bapa mau sehingga Bapa tersenyum saat mereka dibumi bahkan saat di Sorga nanti. Mereka adalah orang-orang yang akan membantu Tuhan Yesus memimpin Kerajaan Allah (mereka memerintah bersama-sama) dengan Allah. So guys jangan hanya sibuk mempelajari bahasa inggris/jerman/belanda/jepang/korea saja tp sibuklah untuk mengupgrade diri kita untuk mampu mengenal pribadiNYA yang Agung sehingga bisa memahami bahasaNYA.

Leave a Reply