Hidup dalam Keteraturan

0
332

Hewan dan binatang serta beberapa organisme lainnya dapat dikatakan sebagai makhluk hidup karena memiliki ciri-ciri yang sesuai dengan makhluk hidup. Ciri-ciri tersebut ialah homeostatis, melakukan metabolisme, tumbuh dan berkembang, melakukan reproduksi, peka terhadap rangsang, mampu melakukan adaptasi, dan yang terutama adalah keteraturan.

Bagian terkecil sebagai unit struktural dan unit fungsional dalam makhluk hidup ialah sel. Dalam tubuh manusia terdapat sekitar 37 triliun sel, dimana hubungan antar sel selalu berjalan setiap waktu bahkan dalam hitungan sepersekian detik tanpa mengalami hambatan miss comunication.

Setiap bentuk kehidupan memiliki DNA yang mengandung sifat untuk diturunkan kepada keturunan selanjutnya. DNA-DNA ini membentuk sebuah rantai panjang yang teratur dan tertata rapi, sehingga ketika kode DNA diterjemahkan, akan menghasilkan sifat yang tepat sesuai yang dibutuhkan tubuh. Namun jika rantai DNA terdapat sedikit ketidakteraturan, meskipun hanya tersisipi oleh satu kode DNA yang lain, maka akan terjadi salah terjemah. Kondisi seperti ini disebut sebagai mutasi. Mutasi akan mengakibatkan perubahan sifat fisik maupun fungsi tubuh makhluk hidup, yang umumnya dapat menimbulkan berbagai penyakit.

Dalam kisah awal mula penciptaan pada kitab Kejadian, dikatakan bahwa Allah sudah menciptakan dunia ini dengan keadaan sungguh amat baik. Keadaan sungguh amat baik ini adalah keadaan dimana setiap makhluk di bumi dan seluruh jagad raya ini berada dalam keteraturan-Nya. Perbedaan individu manusia, hewan, dan tumbuhan, diciptakan oleh Allah untuk hidup berdampingan dalam keteraturan. Inilah sebabnya, keteraturan makhluk hidup adalah ciri utama sesuatu disebut sebagai makhluk ini, karena komponen terkecil dalam diri individu tersebut teratur. Betapa mengerikan efek yang terjadi jika sel dalam tubuh kita kacau, akan memicu berbagai penyakit. Begitu juga dengan efek yang terjadi jika manusia kacau, akan memicu berbagai ketidakseimbangan di dunia ini.

Terdapat prinsip ‘tabur tuai’, yang seharusnya membuat hidup manusia menjadi teratur. Prinsip tabur tuai ini ‘menjaga’ orang kristen agar tetap pada jalur yang sudah ditetapkan Tuhan. Ketika kita melakukan sesuatu atau menabur sesuai dengan kehendak Tuhan, maka kita menyenangkan hati Tuhan. Namun ketika kita hidup sembarangan, tidak melakukan kehendak Tuhan, maka kita dapat menuai hal-hal yang tidak baik, bahkan dapat menuai kematian (Roma 6:23). Tuhan sudah menciptakan kehidupan ini sungguh amat baik dengan seluruh keteraturannya, baik dari wujud fisik dan fungsinya, hingga keteraturan dalam bertindak. Sekarang adalah giliran kita, untuk tetap menjaga keteraturan ini atau kita akan hidup sembarangan dan mengubahnya. Selamat memilih.

(IVN)

Leave a Reply