Kok Ngeblur??

0
1075

Apa itu blur? Blur itu kata dari bahasa inggris, yang artinya tidak fokus, kabur, tidak jelas, tidak tajam. Nge-blur atau ketidakfokusan yang dimaksud dalam tulisan ini yaitu tidak memposisikan Tuhan satu-satunya dalam hidup kita sebagai orang percaya. Nge-blur terjadi karena kurangnya perenungan akan firman yang masuk ke dalam hati kita. Untuk anak-anak muda sering banget nge-blur tentang perasaan yang lebih terhadap lawan jenis, walaupun sudah berpikir “tenang aja, gua bisa kok, gua kuat buat ga cepet jatuh hati” tetapi kenyataannya bertolak belakang. Anak-anak muda bisa dengan mudahnya jatuh hati ketika keadaaan nyaman dengan lawan jenisnya, dan juga ketika sedikit ataupun tidak ada firman yang masuk ke dalam pikiran. Ketika sedang menjalani suatu hubungan pasti akan bertemu masalah, mungkin awalnya kita menganggap bahwa kita kuat untuk melewatinya, tetapi akan terjadi suatu keadaan dimana akan keluar kata capai, tidak sanggup lagi, sudah tidak tahan terhadap perilaku lawan jenisnya yang selalu membuat hati bersedih, dan pasti akan memilih untuk pergi ketika keadaan benar-benar tidak nyaman.

Penyesalan dan kekecewaan pasti ada dan selalu hadir setelah beberapa hari kita memutuskan untuk pergi dari kehidupan lawan jenis kita. Penyesalan dan kekecewaan karena waktu, tenaga, pikiran, perasaan dan segala yang dapat kita berikan ke lawan jenis tidak dapat kita maksimalkan untuk membangun hubungan sama Tuhan dalam hidup kita kemarin. Tetapi ketika kita terlalu terikat dengan kekecewaan itu berarti kita masih berharap dengan lawan jenis kita, tetapi tidak apa-apa, terkadang kita diijinkan Tuhan untuk kecewa agar kita belajar untuk tidak berharap apa-apa dengan manusia ataupun dengan kata lain kita fokus untuk berharap sama Tuhan.

Mencoba untuk fokus ke Tuhan kembali itu tidak mudah, dan tidak semulus dengan apa yang terpikirkan terlebih sedang ada dalam masa ‘move on’. Perlu ada keseriusan yang sangat tinggi, dan juga jangan terlarut dalam masalah yang masih membekas. Keseriusan tinggi untuk fokus dengan Tuhan dibangun dengan perenungan yang konsisten, setiap hari harus punya waktu untuk datang dan bersekutu dengan Tuhan, dan setiap pilihan yang kita pilih harusnya memikirkan bahwa yang kita lakukan membuat Tuhan senang atau tidak. Setiap pilihan untuk menyenangkan hati Tuhan pasti bertolak belakang dengan keinginan daging kita, bahkan kita harus melepaskan apa yang kita punya dalam diri kita (Lukas 14:33). Terkadang ketika ingin mencoba fokus ada kalanya kita mengalami mental blok seperti terlalu dalam memikirkan bahwa Tuhan memaafkan kita atau tidak atas banyak kesalahan yang terjadi kemarin. Jika seperti ini, kita harus melihat pada kenyataannya, Tuhan sudah membayar kita diatas kayu salib, dan sekarang Tuhan hanya ingin melihat komitmen teguh dari diri kita. Jadi bukan hanya tentang telah dibayar, tetapi komitmen dalam diri kita.

Membangun hubungan itu perlu, tetapi membangun hubungan lebih dalam dan lebih jauh memerlukan konsep dan tujuan yang jelas, tidak bisa dengan sesuka hati kita. Fokus dalam suatu hubungan adalah mengerjakan rencana yang sudah diberikan oleh Tuhan. Tidak mudah, sulit sekali pastinya. Maka dari itu jangan cepat-cepat memutuskan untuk berhubungan lebih jauh lagi dengan lawan jenis kalau masih banyak keinginan dalam diri, karena ketika kita terus hanya fokus dalam keinginan kita, pastinya kita tidak mengerjakan keselamatan dari Tuhan.

(RY)

Leave a Reply