Roma 12:2

0
1943

“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna”

Ayat tersebut merupakan nasihat dari Rasul Paulus supaaaya kita nggak serupa dengan dunia ini. kenapa kita boleh serupa dengan dunia ini ? sebab semua yang berasal dari dunia ini bukan berasal dari Bapa ( 1 Yohanes 2 : 16). Dari sini kita melihat bahwa ternyata ada dua nilai yang bertentangan ibarat seperti dua kutub magnet. Ada dua standard yang ditawarkan yang sama sekali berbeda. Sama sekali tidak memberi ruang untuk kita berkompromi atau berada diantara keduanya. Dua hal tersebut Yaitu kehendak yang berasal dari dunia dan kehendak yang berasal Allah. 

Menarik untuk kita cermati kata “berubahlah”. Dalam alkitab versi NKJV, kata “berubahlah” memakai kata “transformed” yang dalam Bahasa asli (yunani) nya memakai kata ‘metamorphoo’ yang berarti change (berubah) atau transfigure (merubah bentuk). Kata ini memakai bentuk verb present passive imperatives yang berarti suatu tindakan atau sikap yang harus kita pertahankan secara terus menerus. Kata setelah kata ‘berubahlah” yaitu kata “pembaruan budimu” dalam Bahasa aslinya kata “pembaruan” memakai kata “anakainosis”  yang berarti renewing (pembaruan) atau renovation (renovasi). Hal ini menunjuk kepada sesuatu yang diubahkan, diperbaharui atau dibuat dalam bentuk lain. Sedangkan kata “budi” memakai kata “nous” yang bisa memiliki arti mind (pikiran), the intellect (kecerdasan), understanding (pengertian). Ternyata, perubahan yang harus kita lakukan bukan sebuah perubahan yang terjadi sekali dalam sebuah peristiwa yang terjadi dalam sekejap melainkan sebuah proses yang berlangsung secara terus-menerus. Proses ini digambarkan seperti sebuah garis panjang bukan sebuah titik. Perubahan ini terletak pada perubahan pikiran. 

Akan menimbulkan pertanyaan dalam diri kita, mengapa kita perlu secara terus-menerus mengalami proses perubahan pikiran ? sebab pikiran seseorang sangat berperan dalam kehidupan seseorang. Apa yang mengusai pikiran kita, itu yang mengusai kehidupan kita. segala tindakan yang kita lakukan semua berasal dari pikiran. nggak heran kalau Rasul Paulus pun mengatakan “ jangan memberi kesempatan kepada iblis” (efesus 4 : 27) kata ‘kesempatan’ dalam Bahasa aslinya ‘topon’ yang memiliki arti place (tempat) atau foothold (tempat berpijak). Maksudnya kita tidak memberikan tempat bagi iblis untuk mengisi pikiran kita dengan hal-hal yang tidak sesuai dengan kebenaran Tuhan. 

Dari ayat alkitab Roma 12 : 2 ini kita belajar bahwa untuk melakukan perubahan hal pertama yang harus kita ubah terlebih dahulu yaitu pikiran. perubahan pikiran ini ternyata sebuah proses panjang yang harus dilakukan terus-menerus. Kita berusaha menggunakan pikiran kita untuk menggumuli kebenaran firman Tuhan sampai kita dapat membedakan yang baik, berkenan dan sesuai kehendakNya. saat kita menemukan kehendakNya dan melakukan disinilah letak perubahan tersebut. Jangan berhenti menggunakan pikiran kita untuk menggumuli kebenaran firman Tuhan, berhenti bergumul (berpikir) sama dengan kita berhenti berubah. 

(YKS)

Leave a Reply